Wednesday, June 14, 2023

Esensi Kemakhlukan

Makhluk secara sederhananya adalah semua yang diciptakan Tuhan, Allah. Secara sains, makhluk didefinisikan sebagai segala sesuatu yang terikat oleh ruang dan waktu.

Bagi yang mempelajari filsafat fisika, tentunya sangat memahami konsep ruang dan waktu sebagai esensi dasar keberadaan dunia. Tokoh-tokoh ilmuwan seperti Einstein dan Hawking, sepanjang hidupnya berkutat dengan teori ruang dan waktu, sehingga muncul teori realtivitas dan sejarah singkat waktu.

Sayangnya, ilmuwan-ilmuwan tersebut pemikirannya terhenti sampai batas ruang dan waktu. Mereka cenderung tidak mengakui adanya Tuhan karena ketidakmampuan pikiran untuk menjangkaunya.

Hawking sebenarnya sampai pada konsep azali ruang dan waktu, sehingga dia tidak menemukan Tuhan di dunia ini. Konsep yang sama seperti yang diyakini umat Islam, bahwa Allah tidak hadir didunia sebagaimana makhluk, karena Allah "bersemayang di Arsy", suatu penggambaran karena keterbatasan bahasa manusia.

Intinya segala sesuatu yag terikat oleh ruang dan waktu adalah makhluk, karena ruang dan waktu juga diptaan Allah.

Waktu dibutuhkan untuk menempuh jarak dua posisi. Artinya jika hanya ada satu posisi, maka tidak diperlukan ruang atau jarak. Demikianlah waktu diciptakan, sehinga posisi itu terbagi atau berkembang dari satu posisi menjadi dua atau lebih posisi. Berkembangnya ruang dan waktu merupakan esensi dasar penciptaan makhluk.

Demikianlah Allah menciptakan makhluk. Dari satu energi makhluk paling azali, diciptakanlah ruang dan waktu. 

Setelah ruang dan waktu tercipta, energi azali membentuk energi dengan level dbawahnya. Terbentuklah surga dan penghuninya. Penghuni surga dengan level energi tertinggi adalah azazil yang ditamsilkan dengan api. Bersamaan dengan api keuarlah cahaya yang membentuk malaikat. Material surga yang bercampur dengan api membentuk jin yang ditamsilkan dengan asap.

Ribuan tahun berlalu, surga hidup dengan keteraturan yang ada. Azazil menjadi pemimpin para malaikat. Mengatur semua fungsi makhluk surga. Sampai kemudian Allah menciptakan adam dari saripati tanah.

Bukan tanah surga, tetapi benar-benar dari tanah dunia.

Materi dunia adalah materi paling rendah dari sisi level energi, merupakan produk paling dasar dari energi dan paling tidak fleksibel.

Allah pun mengumumkan bahwa adam kelak akan menjadikan adam khalifah dimuka bumi. Sebelum itu adam akan ditempatkan didalam surga terlebih dahulu untuk dididik.

Penempatan adam di dalam surga merupakan proses transformasi jasad dunia ke energi level surga, semacam eksitasi elektron, peningkatan energi elektron karena berpindah orbitnya.

Perubahan wujud manusia dari satu langit ke langit berikutnya merupakan perubahan wujud energi (nur), yang merupakan dasar pemahaman "naik turun" nya makhluk antar langit. 

Kembali lagi, walaupun menimbulkan tanda tanya diantara azazil, malaikat dan bangsa jin tentang keputusan Allah untuk menjadikan adam khalifah dimuka bumi, tetapi mereka tidak bisa membantah keputusan Allah tersebut. Apalagi setelah Allah menguji adam bersama makhluk lainnya, terbukti kecerdasan akal adam melebihi semua makhluk yang ada.

Akan tetapi, kejutan dahsyat berikutnya muncul, yaitu ketika Allah memerintahkan semua makhluk bersujud kepada adam. Walaupun penuh tanda tanya, makhluk lain menurti perintah Allah. Kecuali azazil.

Dia merasa bahwa adam tercipta dari zat dengan energi terendah, sedangkan azazil merasa lebih mulia karena tercipta dengan level energi yang paling tinggi.

Ini memicu kemarahan Allah karena pembangkangan azazil, sehingga ia dikutuk oleh Allah, dan diusir dari surga. Azazil kemudian diberi nama iblis.

Hukuman terberatnya adalah penempatan iblis dineraka, yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali.

Dunia tempat manusia hidup, memiliki level energi terendah. Tetapi bersifat stabil, sehingga nyaman untuk dihuni

Neraka sebenarnya memiliki level energi sama dengan dunia, tetapi kondisinya sangat tidak stabil, dimana penciptaan dan pemusnahan berlalu silih berganti.

Ini terjadi setelah kiamat datang, dimana api neraka dinyalakan justru oleh energi yang terkandung dalam diri manusia.

Demikianlah, sesuai pemintaan iblis, bahwa dia dan pengikutnya, ditunda untuk dimasukkan ke dalam neraka sampai kiamat datang. Dan sebelum kiamat datang, iblis meminta dperbolehkan menggoda mausia untuk menjadi pengikutnya di neraka nanti. 

Inipun Allah ijinkan, tetapi Allah juga menambahkan bahwa jika manusia masuk ke neraka, maka neraka akan lebih panas lagi. Karena dalam diri manusia ada energi yang lebih tinggi dari semua energi yang dimiliki makhluk lain termasuk iblis. Maka masukknya manusia, akan menjadi bahan bakar yang membuat menjadi lebih mengerikan.

Neraka memiliki sifat yang kekal, kekal dalam arti terjebak dalam ruang dan waktu dalam kondisi yang mengerikan.

Surga juga merupakan tempat yang kekal, juga merupakan kekal yang terikat oleh ruang dan waktu tetapi dalam kondisi yang menyenangkan.

Para penghuni surga akan terbebas dari ikatan ruang & waktu ketika "menghadap/ bertemu" Tuhannya. 

Kekal nya Allah berbeda dengan makhluk.

Kekalnya makhluk berada dalam lingkup ruang dan waktu.

Kekalnya Allah terbebas dari lingkup ruang dan waktu. Allah tetap ada bahkan ketika ruang dan waktu binasa. Karena ruang dan waktu itu ciptaan Allah yang diciptakan dari energi tertinggi makhluk yang disebut Nur Muhammad.

Allah pun pernah berkata kepada Nur Muhammad, tidaklah dunia dan seisinya aku ciptakan melainkan karena mu. 

Dalam Islam, ketinggian energi penciptaan atau energi makhluk dinyatakan dalam tingkat keghaiban. 

Semakin ghaib ia, semakin tinggi tingkat energinya.

Dalam sains, energi yang tertinggi pun telah dibuktikan, bukan saat hukum kekekalan energi itu berlaku, tetapi ketika materi berubah menjadi nergi dan sebaliknya. 

Demikianlah, para ilmuwan yang hanya mengandalkan otaknya saja, maka pemikirannya hanya akan sampai batas ruang dan waktu. Tidak mampu menjangkau hal-hal diluar itu karena semuanya bagi mereka harus bisa diformulasikan baru diakui keberadaannya.

Sementara Islam mengajarkan manusia tentang cahaya tertinggi, energi tertinggi makhluk yang tidak terkungkung oleh ruang dan waktu, bahkan menjadi sumber dan sebab adanya ruang dan waktu. Kita mengenalnya dengan istilah Nur Muhammad. 

Inilah batas tertinggi akal manusia dan batas tertinggi pengetahuan manusia yang diijinkan/ bisa dicapai sebagai makhluk.

Wallahu a'lam bishawab.







Esensi Kemakhlukan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kabhumian

0 komentar:

Post a Comment