Sunday, June 11, 2023

Menuju Hakekat dan Makrifat untuk Menguatkan Syariat

Rasulullah adalah makhluk yang sudah dijamin oleh Allah masuk surga. Akan tetapi ibadah beliau jauh melebihi ibadah semua manusia yang ada.

Beliau berdiri ditengah malam untuk sholat hingga kakinya pecah-pecah. Beliau menahan diri terhadap kehidupan dunia sedemikian rupa. Beliau tidak memanfaatkan kedudukannya untuk kepentingannya sendiri.

Ibadah beliau bukan lagi sekedar karena kewajiban, tetapi karena kecintaan kepada Allah yang sangat mendalam.

Kesadaran beliau bahwa Allah tidak membutuhkan apapun dari makhluknya, tetapi manusialah yang membutuhkan Allah. Kesadaran dan Kecintaan  itulah yang mendasari Rasulullah beribadah. Karena itulah satu-satunya hal yang bisa dilakukan manusia untuk Dzat yang dicintainya. Yaitu mengikuti petunjuk dan perintahnya di dunia ini.

Sebagaimana tertera dalam Az Zariyat 56, bahwa tujuan jin & manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah.

Dan kesempatan itu hanya datang sekali, yaitu saat hidup di dunia.

Setelah kematian, manusia tidak lagi memiliki kesempatan beribadah. Tinggal menunggu kemana dia akan kembali. Bersyukurlah yang dikembalikan Allah ke surga, celakalah yang tidak bisa kembali ke surga sehingga terjebak di neraka.

Manusia sibuk mencari jati diri ibadah. Dari syariat mengejar hakikat dari hakikat mengejar makrifat. Banyak yang tersesat dalam perjalanan pencariannya itu. 

Banyak yang akhirnya merasa suci, banyak yang akhirnya melupakan ibadah dunia.

Lupa bahwa Rasulullah yang telah mencapai semua itu, semua tahap yang tidak dicapai manusia lain bahkan malaikat sekalipun. Tetapi beliau justru sibuk beribadah dengan segenap jiwa raganya selama di dunia. Melebihi manusia manapun di dunia.

Hakekat dan Makrifat yang telah dicapai oleh Rasulullah justru menambah kuatnya syariat beliau di dunia. Menebalkan kecintaannya beliau pada Allah & perintah-perintahnya di dunia.

Wallahu A'lam Bishawab.



Menuju Hakekat dan Makrifat untuk Menguatkan Syariat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kabhumian

0 komentar:

Post a Comment