Thursday, January 11, 2024

Mengapa Nur Muhammad di Ejawantahkan dalam Bentuk Rasulullah ?

Nur Muhammad adalah makhluk sejati tertinggi yang diciptakan Allah. Diibaratkan cahaya, maka Nur Muhammad itu Cahaya putih yang daripadanya jika dilewatkan sebuah prisma, akan muncul berbagai warna cahaya, begitu pula sebaliknya, jika semua warna cahaya dikumpulkan, maka akan terbentuk cahaya putih.

Sebagai makhluk tertinggi ciptaan Allah, kekasih Allah, maka segenap keindahanpun terpancar dari dirinya. Ketika dari Nur Muhammad tercipta berbagai makhluk Allah yang lain, maka hijab Nur Muhammad dengan Allah pun tercipta.  Terutama ketika Nur Muhammad sedang menghadapi makhluk ciptaan Allah dibawahnya. Karena mahkluk dibawah Nur Muhammad akan binasa jika hijab itu terbuka.

Seluruh makhluk dibawahnya kagum dan takjub dengan keindahan  yang terpancar dari Nur Muhammad.

Sesaat terbetik rasa bangga dan terhijabnya dirinya dengan Allah, membuat Nur Muhammad merasa menjadi makhluk tertinggi melebihi semua makhluk yang ada.

Saat Nur Muhammad terlena dengan makhluk Allah yang lain, Allah mengingatkan, bahwa masih ada Allah yang lebih dari segalanya.

Demikianlah Nur Muhammad tersadar dan mohon ampun sejadi-jadinya.

Tamsil dari alam makhluk adalah peristiwa Azazil yang diciptakan dari api (energi) paling tinggi dari makhluk surga, bahkan menjadi pemimpin para malaikat. Ini menyebabkan Azazi menjadi sombong. Lalu Allah mengujinya dengan diciptakan manusia adam yang diberi kemampuan lebih, dan memerintahkan Azazil untuk sujud. Azazil ingkar dan menolak sujud pada Adam, karena kesombongannya, merasa dirinya tercipta dari zat yang lebih mulia yaitu api (energi). Keserakahan Azazilpun bergejolak, karena jika dia sebagai pemimpin malaikat dan makhluk2 surga harus sujud pada Adam, maka itu berarti kekuasaannya direnggut dan diberikan kepada Adam.

Tamsil tersebut menjadi dasar diturunkannya Nur Muhammad dalam bentuk manusia di alam dunia  sebagai Rasulullah. Dari Makhluk dengan derajat tertinggi disisi Allah, diturunkan dalam bentuk manusia, makhluk dengan tingkat cahaya(energi) terendah atau terjauh dari bagian Nur Muhammad.

Tetapi dengan pertolongan Allah, Rasulullah lulus dari ujian kemakhlukan dunianya. Nur Muhammad yang tertanam dalam diri, selalu mengingatkan keberadaan Allah dan mengingatkan Rasulullah untuk beribadah kepada Allah. Makanya jangan heran, jika sepanjang hidupnya, ibadah Rasulullah tiada tandingannya. Kerendahan hati seorang Rasul, membuat beliau mampu menempatkan diri sesuai tempat dan kondisi dia diturunkan. Bahkan untuk berbicara dengan Allah dalam menurunkan ayat-ayatnya, Rasulullah ikhlas melalui perantaraan Jibril. Mengikuti semua prosedur sunatullah sesuai pengaturan Allah didunia ini.

Jadi diturunkannya Rasulullah Muhammad di level makhluk yang terkurung di dimensi ruang dan waktu, dengan tingkat energi terendah, semata-mata untuk membuktikan ke Esaan dan ke Agungan Allah SWT.

Wallahu a'lam bishawab.



Mengapa Nur Muhammad di Ejawantahkan dalam Bentuk Rasulullah ? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kabhumian

0 komentar:

Post a Comment