Tuesday, July 9, 2019

Mengenal Modus Kecurangan Dalam HYIP



Sebagai program investasi yang menawarkan keuntungan tinggi, program invetasi ini menjadi incaran para investor sekaligus penyelenggara program untuk mengeruk keuntungan. Baik secara fair sesuai aturan main program atau dengan cara menipu. 

Walaupun tidak setiap program HYIP yang ditawarkan adalah scam

Kecurangan bisa dilakukan oleh dua belah pihak baik oleh penyelenggara program maupun investornya.  Berikut ini modus-modus kecurangan dalam HYIP:


1. Skema Ponzi
Pemilik program HYIP selalu menuliskan bahwa dana yang dikumpulkan dari para investor akan diinvestasikan pada bisnis dengan keuntungan tinggi seperti forex, saham, dan investasi lainnya. Tak jarang mereka meyakinkan investor bahwa mereka memiliki team dan tenaga ahli dibidang tersebut. 
Kenyataannya, penyelenggara hanya menghimpun dana dari para investor, memberikan investornya profit dari dana mereka sendiri atau  dari investor berikutnya. Tidak pernah membayar dari keuntungan mereka dibisnis yang mereka janjikan, karena memang tidak ada bisnis tersebut. 

Kecurangan seperti ini biasa disebut dengan skema ponzi.

2. Tidak Membayar
Penyelenggara yang benar-benar scammer atau penipu, tidak akan pernah mengembalikan dana investor sama sekali, baik pokok maupun profitnya. Biasanya penyelenggara ini menggunakan metode 'hit and run', artinya mereka akan kabur setelah mendapat sejumlah dana yang mereka inginkan, ketahuan oleh para investor atau pengamat HYIP atau ditinggalkan investornya. Tipe pemilik program seperti ini biasanya adalah scammer petualang yang akan selalu berganti identitas dan program untuk mengelabui korban-korbannya.


3. Membayar Sebagian
Ada dua jenis penyelenggara seperti ini: 

a. Penyelenggara yang awalnya memang fair dalam menjalankan skenario program HYIPnya, menginvestasikan dana investor di bisnis sesuai janji mereka dan membayar profit sesuai program. Akan tetapi kemudian mengalami kerugian besar dalam usaha/bisnis mereka, lalu mereka menghilang.
b. Penyelenggara yang dari awal memang berniat menipu klien nya, tetapi mereka mempunyai target pengumpulan uang. Dan sejatinya penyelenggara tipe ini pasti menggunakan skema ponzi. Pada awal program, penyelenggara akan membayar profit investornya dengan dana investor sendiri. Hal ini tentunya membangun kepercayaan para investor, sehingga bermunculan investor baru dan investor lama akan menambah dana invest atau terus berinvestasi di program HYIP miliknya. Tetapi kemudian, ketika jumlah uang terhimpun sudah sesuai target yang mereka harapkan, perlahan atau dengan segera, penyelenggara akan menghilang dan tidak lagi membayar profit yang dijanjikan.

4. Mengaku Kehilangan Dana di Rekening

Penyelenggara HYIP jenis ini sejatinya adalah penipu. Pada awalnya membayar sesuai janji kepada investornya. Setelah target himpunan dana terpenuhi, atau investor yang berminat mulai menurun, yang bersangkutan mulai tidak membayar. Ketika mendapat komplain dari para pemilik dana, penyelenggara mengatakan jika dana yang terkumpul di hack oleh orang di rekeningnya dan sedang berusaha mengembalikan dana tersebut. Tetapi dengan berjalannya waktu, penyelenggara justru menuduh mereka yang komplain yang merampok dana penyelenggara.

5. Menimbulkan Blunder di Kalangan Investor

Modus kecurangan dari penyelenggara HYIP yang lain yaitu sengaja menciptakan blunder dikalangan investor, walaupun sejatinya ini merupakan strategi penyelenggara untuk tetap menjalankan program HYIPnya tetapi enggan membayarkan profit yang dijanjikan. Blunder diciptakan diantara para investornya dengan cara membayar hanya membayar sebagian investornya. Pihak yang tidak dibayar akan melakukan komplain dan menyebarkan testimoni di dunia maya. Pihak yang dibayar akan membela penyelenggara dan menuduh investor tersebut berbuat kecurangan atau tidak taat dengan aturan penyelenggara. 
Penyelenggara curang yang pintar akan mempelajari penerapan cara ini dengan perhitungan yang matang, untuk menjaga program HYIPnya dengan cara seperti ini. Penerapan blunder ini memperhitungkan investor potensial, demografi investor dan lain-lain.
Tetapi ujung-ujungnya tetap sama. Kabur..

6. Kecurangan dari Pihak Investor

Kecurangan dari pihak investor bisa dari investor murni atau investor palsu. Investor palsu dalam hal ini biasanya merupakan penyelenggara program HYIP yang lain yang merasa kalah saing dan mulai kehilangan investornya. Sehingga dengan berbagai cara berusaha merusak bisnis saingannya, termasuk dengan cara menyusup sebagai investor palsu untuk merusak citra penyelenggara saingan nya tersebut. Kecurangan investor murni biasanya dilakukan oleh para hacker yang bermaksud mencuri uang penyelenggara HYIP yang dikumpulkan dari para investornya. Mereka menggunakan istilah, Mencuri dari Para Pencuri.

0 comments

Post a Comment