Wednesday, July 10, 2019

Cryptocurrency Mata Uang Virtual yang Mendunia





Crytocurrency termasuk dalam Virtual Currency yang merupakan bagian dari Digital Currency. Akan tetapi tidak setiap Virtual Currency adalah Crytocurrency.

Crytocurrency adalah mata uang dibangun dengan sistem blockchain dan menggunakan sistem kriptografis. Sistm ini menggunakan pencatatan yang terdesentralisasi secara permanen, sehingga transaksi keluar masuknya uang akan tercatat dan dapat terlacak jika menggunakan sistem ini. Adanya sistem blockchain menyebabkan kita tidak perlu pihak ketiga sebagai perantara dalam melakukan transfer dana. Ini tentunya menghilangkan biaya (fee/biaya administrasi) yang muncul seperti pada sistem perbankan lainnya. Blockchain dalam dunia perbankan real biasa disebut buku besar (ledger).

Memasukkan blockchain dalam sistem kriptografi, menghasilkan informasi transaksi yang tidak akan dapat diubah karena dalam prosesnya akan ada analisis algoritma dan protokol.

Setelah transaksi tervalidasi oleh jaringan, tidak akan ada yang bisa mengubah detail apapun yang  ada dalam jaringan ini.

Apa yang menyebabkan cryptocurrency berbeda dengan virtual currency terpusat ?

1. Secara struktur, sesuai namanya, virtual currency terpusat tentunya mengandalkan sistem terpusat di satu simpul atau node. Jika jaringan tersebut rusak atau terjadi pembobolan, maka dompet digital currency tersebut ikut amblas. Ini berbeda dengan cryptocurrency yang tersebar, sehingga jika satu node saja yang rusak, itu tidak berpengaruh. Pemegang kuasa tetap pemiliknya sendiri.

2. virtual currency terpusat relatif tidak transparan, dimana nasabah tidak bisa melihat semua transaksi yang berlaku. Ini berbeda dengan cryptocurrency yang membebaskan kita melihat semua transaksi yang berlaku.

3. Proses transaksi dari virtual currency terpusat selalu dikontrol oleh pihak ketiga yang berfungsi sebagai bank. Otoritas bank bisa semena-mena membatalkan transaksi yang menurut mereka mencurigakan. Atau bahkan bisa mengundang pihak ketiga untuk melakukan kecurangan terhadap transaksi tersebut. Hal ini tidak berlaku di cryptocurrency, karena transaksi diproses secara otomatis tanpa perlu pihak ketiga.

4. Pihak virtual currency terpusat selalu menyimpan data dijaringan pusat. Tentunya data tersebut dapat dibajak atau dibobol oleh pihak lain. Hal ini tidak berlaku pada sistem cryptocurrency karena jaringannya tersebar.

Walaupun banyak negara belum mau mengadopsi secara resmi cryptocurrency ini, tetapi perkembangan mata uang virtual satu ini tidak terbendung karena kehandalannya dalam menangani transaksi yang terjamin keamanannya.

0 comments

Post a Comment