Peristiwa Iblis membantah perintah Allah untuk sujud kepada Adam, membuat Allah murka dan mengutuk Iblis. Allah menghukum Iblis masuk neraka. Tetapi Iblis meminta kepada Allah untuk ditunda, dengan alasan kesalahan yang dia perbuat juga bisa dilakukan oleh manusia. Dia memohon kepada Allah untuk bisa sebanyak-banyaknya menggoda manusia dan menariknya bersama-sama ke neraka.
Selain karena dendam Iblis kepada manusia, apa yang sebenarnya mendasari Iblis menarik manusia sebanyak-banyaknya ke neraka ?
Iblis enggan bersujud kepada adam karena ia merasa diciptakan dari zat yang lebih unggul yaitu api (tanpa asap / energi), sedang manusia diciptakan dari tanah. Maka dibukalah tabir penciptaan makhluk di dunia ini. Zat penciptaan makhluk, ibarat lilin yang menyala, manusia adalah lilinnya, batu/material lain adalah sumbunya, iblis dan jin adalah apinya. Jadi, api itu tidak akan muncul dan bertahan tanpa adanya lilin. Demikianlah Iblis tersadar bahwa dia tidak akan tercipta tanpa adanya manusia dan material lainnya, zat yang dia anggap rendah.
Iblis mengetahui bahwa neraka adalah tempat pemusnahan dan penciptaan makhluk silih berganti, berulang-ulang, terkurung dalam lingkup ruang dan waktu. Siapapun yang berada di dalamnya akan tersiksa tanpa henti dalam proses tersebut. Jika Iblis dan kaumnya sendiri yang berada di dalamnya, maka selama-lamanya dia dan kaumnya akan melalui proses penciptaan dan pemusnahan berulang-ulang bersama-sama dengan batu (material lain) sebagai bahan bakarnya. Iblis karena dendamnya, menganggap manusia menjadi penyebab ia terlempar ke neraka, memohon kepada Allah untuk mengajak sebanyak-banyaknya manusia ke neraka. Dengan demikian iblis sebagai api, manusia dan batu sebagai bahan bakar, semuanya terjebak dalam proses pemusnahan dan penciptaan berulang yang menyakitkan sebagai hukuman, bukan sekali pemusnahan. Dendam iblis pada manusia membuat dia ingin supaya manusia merasakan terlebih dahulu siksa sebelum dia, sebagaimana proses terbentuknya api, maka bahan bakar dulu yang terbakar.
0 komentar:
Post a Comment