Saturday, January 2, 2021

Surga : Ketika "Nur Khalik" Diletakkan Di Tangan Manusia

Penciptaan adalah wewenang murni Allah sebagai Maha Pencipta. Tetapi Nur Khalik atau cahaya penciptaan, diberikan Allah kepada siapapun yang dikehendakiNya, dengan tingkat penciptaan yang Allah kehendaki. 

Demikianlah keadaan manusia di surga. Tempat dimana apapun yang dikehendaki manusia bisa terwujud.

Jangan bayangkan surga itu seperti seorang pelanggan yang datang ke restoran, lalu meminta makanan dengan menu tertentu, beberapa saat kemudian makanan pesanan itu datang.

Demikian juga dengan surga, jangan bayangkan di surga, ketika manusia menginginkan sesuatu kemudian memohon pada Allah; Ya Allah aku ingin sepiring anggur, lalu Allah mengantarkan anggur kepadanya.

Surga bukan saja telah dirancang sebelumnya dengan segala macam fasilitasnya, tetapi juga penghuninya diberi kemampuan Nur khalik, cahaya penciptaan terhadap apa yang diinginkannya. Dengan berdoa kepada Allah dan kemampuan nur khaliknya, maka dengan segenap pengetahuan, imajinasi, akal dan ingatan, apa yang diinginkan akan terwujud. Seperti musa ketika melemparkan tongkatnya menjadi ular, bahkan lebih dari itu, bukan sekedar bayangan atau ilusi, tetapi nyata tercipta dari cahaya menjadi materi.

Tapi ingat, ini bukanlah seperti Nur Khalik Nya Allah yang bisa menciptakan segala sesuatu, ini adalah kemampuan penciptaan yang diberikan Allah pada manusia untuk mewujudkan perubahan dari energi / cahaya menjadi materi.

Surga dengan segala keadaannya sudah siapkan oleh Allah ketika manusia memasukinya, sebagaimana digambarkan dalam Quran: ...surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai... Ketika memasukinya,  manusia diijinkan memakai segala fasilitas yang telah tersedia di dalamnya, bahkan diberi kemampuan "menciptakan" apa yang diinginkan dan dibutuhkannya. Tentu saja tidak untuk semua hal, ada permintaan yang hanya dengan Ijin Allah dapat terwujud, seperti bidadari, dan lain-lain.

Surga : Ketika "Nur Khalik" Diletakkan Di Tangan Manusia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Kabhumian

0 komentar:

Post a Comment